Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Sunday, May 13, 2012


"Aurat dan Busana"
Assalamua’alaikum Wr. Wb.
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ
       Alhamdulillah pada kesempatan kali ini Saya akan bertausyiah mengenai syari’at Islam dalam masalah aurat dan busana seorang muslimat. Sesungguhnya Agama Islam telah menyempurnakan peraturan-peraturan yang menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, tidak dibenarkan seorang mukmin hanya memperturutkan pikiran, perasaan, dan keinginannya saja serta tidak peduli dengan syari’ah yang mesti dipakainya. Diantaranya syari’at tentang menutup aurat bagi seluruh umat Islam, khususnya perempuan muslimah. Dan sesungguhnya barangsiapa yang mengabaikan syari’atNya maka berdosalah dia.
       Aurat perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki lain atau perempuan yang tidak seagama, yaitu seluruh badannya, kecuali muka dan kedua telapak tangan atau karena ada suatu kepentingan untuk bekerja. Oleh karena itu perempuan diperintah untuk menutupi anggota yang tidak harus dibuka dan diberi kemudahan untuk membuka anggota yang biasa terbuka atau mengharuskan dibuka, syari’at Islam adalah suatu syari’at yang toleran.
       Sedang aurat orang perempuan dalam hubungannya dengan duabelas orang seperti yang disebut dalam ayat an-Nur, terbatas pada perhiasan (zinah) yang tidak tersembunyi, yaitu telinga, leher, rambut, dada, tangan dan betis. Menampakkan anggota-anggota ini kepada duabelas orang tersebut diperkenankan oleh Islam. Selain itu misalnya punggung, kemaluan dan paha tidak boleh diperlihatkan baik kepada perempuan atau laki-laki kecuali terhadap suami. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Abu Dawud ra dari Ummil Mukminin Siti ‘Aisyah ra, diceritakan sebagai berikut

“Pada suatu ketika Asma binti Abu Bakar masuk ke tempat Rasulullah saw, padahal Asma memakai pakaian tipis (hingga terlihat tubuhnya). Maka Rasulullah memalingkan pandangannya dari Asma seraya bersabda: Wahai Asma, sesungguhnya perempuan yang telah sampai masa haid tidak pantas terlihat kecuali ini dan ininya. Sambil Rasulullah mengisyaratkan muka dan kedua telapak tangannya”

       Allah memerintahkan kepada perempuan-perempuan mu’minah hendaknya mereka itu memakai jilbab ketika keluar rumah, supaya berbeda dengan perempuan-perempuan kafir dan perempuan-perempuan lacur. Untuk itu pula Allah perintahkan kepada Nabi-Nya supaya menyampaikan pengumuman Allah ini kepada umatnya, yang berbunyi sebagai berikut:

“Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min semua hendaklah mereka menghulurkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal supaya mereka tidak diganggu.” (Q.S.Al-Ahzab: 59)

        Sebagian perempuan jahiliah apabila keluar rumah, mereka menampakkan sebagian kecantikannya, misalnya dada, leher dan rambut, sehingga mereka ini diganggu oleh laki-laki fasik dan yang suka iseng, kemudian turunlah ayat di atas yang memerintahkan kepada orang-orang perempuan mu’minah untuk menghulurkan jilbabnya itu sehingga sedikitpun bagian-bagian tubuhnya yang biasa membawa fitnah itu tidak tampak. Dengan demikian secara lahiriah mereka itu dikenal sebagai wanita yang terpelihara (afifah) yang tidak mungkin diganggu oleh orang-orang yang suka iseng atau orang-orang munafik.
       Saya cukupkan sekian tausyiah dari Saya dan semoga kita menjadi mampu dalam menjaga aurat dan bertata rapih seperti seorang mukmin yang semestinya, terima kasih.
Wassalamua’alaikum Wr. Wb.


Nama                    : Ayi Abdul Basith                                  “Menjaga Hati”
Kelas/No.Absen   : XI 1 IPA/09
Assalamua’alaikum Wr. Wb.
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ
Pada kesempatan kali ini saya akan bertausiyah tentang mengapa kita perlu untuk menjaga hati. Seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan memperoleh rahmat Allah serta selamat dari azab-Nya pada Hari Kiamat kelak dengan cara dia dapat menjaga hati dan memeliharanya. Allah tidak akan melihat bagaimana ketampanan ataupun kecantikan kita, tidak juga melihat kemulusan dan kemolekan tubuh kita. Tetapi, Allah akan melihat hati dan amal perbuatan kita. 

Rasulullah bersabda, (HR Abu Hurairah) 
“Sesungguhnya Allah tidak melihat jasadmu, dan bentukmu, tetapi Dia melihat hati kamu”

Hati adalah dunia abstrak, unik, dan berkembang. Hati memiliki peranan yang sangat fital sebagai pengendali, karena dapat menentukan baik buruk dan hitam putihnya seluruh amalan dan aspek kehidupan seorang Muslim. Hati mudah untuk berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut. Karena itu, hati sangat wajib untuk dijaga. Begitu banyak manusia yang cerdas tetapi akhirnya menjadi orang yang hina hanya karena memiliki hati yang sakit.

Rasulullah bersabda,
“Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati”

Kini kebanyakan manusia memahami kebahagiaan sekedar dengan penampilan lahiriyah dan materi belaka, sehingga mereka sibuk dengan kehidupan dunianya, memperkaya diri, memperindah dan mempercantik diri dengan berbagai aksesoris. Mereka lalai dan lupa dengan keindahan, kebersihan, serta kesucian batin yang padahal akan menyelamatkan mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak. Oleh karena itu, keindahan batin dan keselamatan hati merupakan dasar dan pondasi keberuntungan di dunia dan di Hari Kiamat kelak.
Sesungguhnya perkara hati merupakan perkara agung dan kedudukannya pun sangat mulia, sehingga Allah menurunkan kitab-kitab suci-Nya untuk memperbaiki hati, dan Dia utus para Rasul untuk menyucikan hati, membersihkan, dan memperindahnya.

Rasulullah bersabda, (HR Imam Ahmad dari Anas bin Malik)
“Iman seseorang tidak akan lurus sebelum hatinya lurus”

Ajaran yang paling besar dibawa oleh Rasululloh saw adalah memperbaiki hati. Dengan demikian seseorang akan memahami bahwa hatinya merupakan tempat bagi cahaya dan petunjuk Allah menuju akhirat, karena sesungguhnya perjalanan menuju Allah adalah perjalanan hati.
Maka dari itu, agar hati kita tidak mudah menyimpang dari kebenaran dan cahaya dari Allah, bahkan sampai tertutup dan terkunci karena hawa nafsu yang membelitnya serta segala hal yang dapat merusak dan membinasakannya, maka perlu adanya usaha-usaha penjagaan terhadap hati yang bersifat kuratif dan kontinyu, sekaligus obat sebagai usaha prefentif agar bisa selamat dari segala bentuk penyakit-penyakit hati yang mematikan.
Di antara hal yang dapat menyebabkan hati seseorang menjadi tenang dan bersih adalah amalan memperbanyak membaca ayat-ayat al-Qur`an dan mendengarkannya, karena al-Qur`an merupa-kan penawar yang ampuh dari penyakit syubhat dan nafsu syahwat yang keduanya merupakan inti penyakit hati seseorang.  
 
Artinya : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (Q.S. Ar-Rad : 28)

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi
Bila hati kian bersih, pikiran pun kian jernih
Semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Ahlak kian terpuruk, jadi mahluk terkutuk
Menjaga hati merupakan tantangan kita setiap waktu maka jagalah hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah akan terpancar kehidupan yang amat damai. Sekian tausiyah dari saya dan terima kasih atas perhatiannya. Wabillahi taufik walhidayah.
Wassalamua’alaikum Wr. Wb.

Aybsth. Powered by Blogger.