Wednesday, February 19, 2014

Vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin A,D,E dan K. Vitamin tersebut disimpan bersama dengan lemak dalam hepar dan jaringan adipose. Berikut ini adalah penjelasan mengenai vitamin larut lemak :
a.    Vitamin A (Retinol)
Terdapat tiga jenis vitamin A,yaitu retinol ( bentuk alcohol vitamin A ,retinal ( bentuk aldehid vitamin A ), dan retinoic acid.
v Sumber Vitamin A : Hati, ikan,telur,susu, mentega, sayur dan buah khususnya yang berwarna kuning atau merah seperti wortel,bayam.
v Fungsi :
1.     Menjaga fungsi normal penglihatan pada kornea ( agar mata dapat menangkap dan memfraksi kan cahaya sehingga dapat melihat ) dan retina ( agar kita dapat melihat dalam kegelapan )
2.      Memelihara integritas sel epitel dan mucus
3.        Berpartisipasi dalam diferensiasi sel sehngga bias mencegah kanker
4.      Membantu pertumbuhan sperma, membantu pertumbuhan normal janin saat kehamilan
5.  Berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi dengan cara membantu mengaktifkan enzim degradatif memakan sel yang sudah tidak dibutuhkan pada tulang
6.   Sebagai antioxidant dan mencegah infeksi karena memlihara sel epitel salah satunya menjaga agar tidak terjadi diare.
v Angka Kecukupan Vitamin A/ hari
No.
Golongan Umur
Vitamin A ( RE )
1.
0-6 bulan
357
2.
7-12 bulan
400
3.
1-3 tahun
400
4.
4-6 tahun
450
v Defisiensi Vitamin A  ( Kekurangan Vitamin A )
Vitamin A disimpan sebanyak 90% di dalam hati,status vitamin A tergantung dari status protein eseorang karena adanya retinal binding protein yang bekerja untuk transport vitamin A ke seluruh tubuh.
1.        Menyebabkan mudah terserang penyakit infeksi,contohnya diare
2.      Rabun senja (Night Blindess ) yang diakbitkan rusaknya retina yang mengandung pigmen rhodopsin yang membantu kita untuk melihat dalam kegelapan.
3.        Kebutaan ( Xerophtalmia ) karena terjadinya kerusakan pada kornea. awalnya terjadi Xerosis Konjungtiva atau konjungtiva yang kering,setelah itu pada tahap lanjut akan mengakibatkan Keratomalasia atau pelembekan kornea yang akan menyebabkan kebutaan total.
4.      Keratinisasi ataupenebalan suatu jaringan oleh keratin. Contohnya terjadi keratinisasi pada jaringan mukosa yang menyebabkan malabsorbsi dan terjadilah diare.
v Toxicity atau Keracunan Vitamin A
1.        Berubahnya antioxidant menjadi Prooxidant
2.      Akan menghancurkan tulang sehingga tulang menjadi rapuh ataukehilangan massa nya dan terjadilah osteoporosis
3.        Meningkatkan efek teratigenik atau kecatatan pada janin apabila dikonsumsi lebih dari 10.000 IU/ hari.

    b.    Vitamin D ( Kalsiferol)
Dalam sintesis atau pembentukannya vitamin D berbeda dengan vitamin yang lainnya. Vitamin D membutuhkan bantuan sinar matahari atau UVdan steroidyang merupakan derivate dari lemak. Vitamin yang berfungsi dalam tubuh yaitu D2 atau ergokalsiferol.
v Sumber  Vitamin D : Susu, Margarin, Sayuran
v Fungsi Vitamin D :
1. Berperan dalam pertumbuhan tulang
2. Membantu penyerapan kalsium dan fosforpada usus yang kemudian disimpan pada tulang.
3. Menjaga Homeostatis ( kenyamanan ) kalsium dan fosfor dengan cara menstimulasi penyerapan kalsium dan fosfor pada usus,membantu reabsorbsi kalsium dan fosforpada ginjal,dan memobilisasi kalsium dan fosfor dari tulang ke darah.
4. Memineralisasi  tulang dan gigi
5. bekerjasama dengan hormone paratiroid dalam meregulasi kalsium dan fosfor dalam darah. Karena hormone paratiroid mempunyai hormone yang sensitive terhadap perubahan kadar kalsium dalam darah.
v Kebutuhan Vitamin D per hari:
No.
Golongan Umur
Vitamin D (µg )
1.
0-6 bulan
5
2.
7-12 bulan
5
3.
1-3 tahun
5
4.
4-6 tahun
5
v Defisiensi Vitamin D
1.        Osteomalasia atau Rakhitis
Terjadi karena terlambatnya mineralisasi kalsium dan fosfor pada tulang, sehingga tulang menjadi lunak, flexible dan rapuh sehingga tulang menjadi bengkok seperti huruf O.
2.      Osteoporosis
Osteoporosis diakibatkan karena berkurangnya kepadatan tulang,sehingga yang awalnya kebutuhan vitamin D sudah cukup menjadi berkurang salah satunya diakbiatkan karena fraktur atau patah tulang.
v Toxicity Vitamin D
1.        Hypercalcemia
Hypercalcemia adalah meningkatnya kadarkalsium dalam tubuh,sehingga menyebabkan presipitasi kalsium yang nantinya akan mengendap, salah satunya pada ginjal ataupun pada dinding kapiler.

    c.    Vitamin E ( Tosoferol )
v Sumber Vitamin E : Minyak sayur, buah, susu, margarin, tauge.
v Fungsi Vitamin E :
1.        Sebagai antioxidant yang melawan radikal bebas
2.      Melindungi sel dan membrane darikerusakan radikal bebas
3.        Mencegah oksidasi dari asam lemak jenuh atau LDL
4.      Mencegah terjadinya kanker
5.        Mencegah terjadinya penyakit jantung karena bias mencegah sintesis berlebihan dari LDL.
6.       Pembentukan sel darah dan penyembuhan luka.
v Kebutuhan Vitamin E Per hari
No.
Golongan Umur
Vitamin E (mg )
1.
0-6 bulan
4
2.
7-12 bulan
5
3.
1-3 tahun
6
4.
4-6 tahun
7
v Defisiensi Vitamin E
1.        Eritrosit Hemolisis atau pecahnya eritrosit yang akan menyebabkan saraf saraf otot terganggu sehingga sulit bergerak dan terasa sakit pada otot betis.
2.      Neromuscular disfungsi yang menyebabkan distrofi otot ,kehilangan koordinasi otot,sulit berbicara dan melihat.
3.        Menyebabkan kanker
v Toxicity Vitamin E
Terjadi apabila mengkonsusmis Vitamin E> 1000 mg per harinya.
1.        Hemoragic atau rembesnya darah dari pembuluh darah karena terganguunya pembekuan darah.

     d.    Vitamin K
Vitamin K bukan hanya diperoleh dari makanan tetapi juga diperoleh dari bakteri yang terdapat dalam saluran pencernaan kita, bakteri tersebut dapat mensintesi vitamin K dan dapat diserap oleh tubuh.
v Sumber Vitamin K : Sayur seperti Sawi hijau, bayam,kentang dan Buah seperi buah beri, anggur,alpukat,kiwi, kacang kedelai, kacang polong.
v Fungsi Vitamin K:
1.Sebagi kofaktor dalam mengaktifkan protein pembentukan darah yaitu protombin.
2.membantu sintesis protein dalam tulang
v Kebutuhan Vitamin K perhari
No.
Golongan Umur
Vitamin K (µg )
1.
0-6 bulan
5
2.
7-12 bulan
10
3.
1-3 tahun
15
4.
4-6 tahun
20
v Defisiensi Vitamin K:
Defisiensi vitamin K dapat diakibatkan karena penggunaan obat antibiotic yang menyebabkan bakteri sintesis Vitamin K berkurang dan ketidakmampuan lemakdalam melarutkan vitamin K ini.
1.        Hemoragic yaitu kebocoran darah dari didnding kapiler karena tidak ada nya pembekuan darah
v Toxicity Vitamin K

Tidak adaketerangan yang jelas terhadap efek dari keracunan mengkonsumsi vitamin K, tetapi salah satunya akan mengakibatkan penurunan obat antikoagulan .

0 komentar:

Post a Comment

Aybsth. Powered by Blogger.